MINAT SISWA TERHADAP PELAJARAN MENGARANG
Mengarang merupakan kemampuan berkomunikasi melalui bahasa yang tingkatannya paling tinggi. Empat jenjang kemampuan berbahasa yang melekat pada setiap manusia normal adalah menyimak, berbicara, membaca, dan menulis atau mengarang. Secara kronologis, keempatnya tumbuh dalam diri setiap individu. Pada tingkatan paling sederhana, yaitu dalam wujud kemampuan berkomunikasi langsung dengan bahasa lisan, kita memiliki kemampuan menyimak dan berbicara. Selanjutnya tahap yang setingkat lebih tinggi adalah membaca, dan yang paling rumit adalah menulis atau mengarang dalam bentuk bahasa tulis. Atas dasar asumsi di atas, sungguh tepat bila upaya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia harus dijembatani dengan menggalakkan kegiatan menulis atau mengarang. Hal ini disebabkan kemampuan mengarang membutuhkan penguasaan materi-materi pendukung sebagai modal dasar, seperti penguasaan kosakata, diksi, penyusunan kalimat, pembentukan paragraph, pemahaman secara aplikatif tentang ejaan dan tanda baca, logika, serta struktur berpikir yang runtut. Pada masa sekarang, jarang sekali ditemukan siswa yang berminat dengan pelajaran mengarang. Siswa yang berminat terhadap pelajaran mengarang bahkan dapat dihitung dengan jari. Mengapa hal itu terjadi? Apa yang menyebabkan mereka kurang berminat dengan pelajaran mengarang?
A.Pengertian Karangan
Karangan merupakan hasil penjabaran suatu gagasan secara resmi dan teratur tentang suatu topic atau pokok bahasan. Setiap karangan yang ideal pada prinsipnya merupakan uraian yang lebih tinggi atau lebih luas dari alinea.
B. Manfaat Mengarang
Seorang pengajar karang-mengarang bernama Bernerd Percy dalam bukunya yang berjudul The Power of Creative Writing mengungkapkan sekurang-kurangnya ada enam manfaat karang mengarang, yaitu sebagai berikut.
1. Sarana untuk pengungkapan diri Kadang hati seseorang dapat begitu tersenuth saat mengalami peristiwa atau kejadian tertentu sehingga orang itu merasa perlu mengungkapkan gejolak yang ada dalam dirinya. Cara pengungkapan diri ini biasanya berbeda antara satu orang dengan orang yang lain. Ada orang yang mengungkapkannya dengan bersiul-siul, berjingkrak- jingkrak, melahap makanan dalam jumlah banyak, menciptakan lagu, dan sebagainya. Mengarang seuntai sajak atau menulis serangkaian kalimat juga merupakan salah satu sarana untuk mengungkapkan perasaan seseorang.
2. Sarana untuk memahami sesuatu Pada saat mengarang, seseorang mengungkapkan gagasannya dan menyempurnakan penangkapannya terhapad sesuatu sehingga akhirnya ia dapat memperoleh pemahaman yang baru atau yang lebih mendalam tentang hal yang sedang ditulisnya.
3.Sarana untuk mengembangkan kepuasan pribadi , kebanggaan, dan rasa harga diri Rasa bangga, puas, dan harga diri merupakan imbalan dari keberhasilan seseorang melahirkan suatu karya tulis. Selanjutnya, perasaan itu akan membangkitkan kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri untuk terus menciptakan karya-karya tulis lainnya.
4. Sarana untuk meningkatkan kesadaran dan penyerapan terhadap terhadap lingkungan sekeliling Dengan sering mengarang, seseorang dapat mempertinggi kesiagaan indranya dan mengembangkan daya serapnya pada tingkat jasmani, perasaan, maupun kerohanian.
5. Sarana untuk melibatkan diri dengan penuh semangat Dengan jalan mengarang atau menulis, seseorang dapat mengungkapkan gagasan, menciptakan sesuatu, dan secara giat melibatkan diri dengan hasil ciptaannya.
6. Sarana untuk mengembangkan pemahaman dan kemampuan mempergunakan bahasa Tujuan paling umum seseorang masuk sekolah adalah untuk mencapai kemampuan membaca, mengerti apa yang ditulis orang, serta kemampuan memakai kata-kata dalam tulisan untuk menyampaikan keterangan pada orang lain. Jelaslah bahwa kegiatan mengarang sangat bermanfaat untuk membantu tercapainya tujuan tersebut.
C. Pentingnya Mengarang Menurut Hairston (1986), ada beberapa alasan yang dapat dikemukakan mengenai pentingnya mengarang, antara lain sebagai berikut.
1. Sarana untuk menemukan sesuatu Dengan menulis, kita dapat merangsang daya piker sehingga bila dilakukan secara intensif akan dapat membuka penyumbat otak dalam rangka mengangkat ide dan informasi yang ada di alam bawah sadar pemikiran kita.
2. Memunculkan ide baru Hal ini terjadi kalu kita membuat hubungan antara ide yang satu dengan ide yang lain, kemudian melihat keterkaitannya secara keseluruhan.
3. Melatih kemampuan mengorganisasi dan menjernihkan berbagai konsep atau ide Pada saat menuliskan berbagai ide tersebut berarti kita harus dapat mengaturnya di dalam suatu bentuk tulisan yang padu.4. Melatih sikap objektif yang ada pada diri seseorang Dengan menuliskan ide-ide tersebut ke dalam suatu tulisan, berate kita akan melatih diri kita untuk membiasakan diri membuat jarak tertentu terhadap ide yang kita hadapi dan mengevaluasinya.
5. Membantu untuk menyerap dan memproses informasi Bila kita akan menulis sebuah topic, kita harus belajar tentang topic itu dengan baik. Apabila kegiatan seperti itu dilakukan terus-menerus maka kita akan dapat mempertajam kemampuan dalam menyerap dan memproses informasi.
6. Melatih untuk berpikir aktif Kegiatan menulis dalam sebuah bidang ilmu akan memungkinkan kita untuk menjadi aktif dan tidak hanya menjadi penerima informasi. Dengan berbagai alasan yang dikemukakan di atas, jelaslah bahwa mengarang akan membuat kita semakin arif, pikiran dan perasaan mudah tergerak, serta tanggap dan mampu memberikan reaksi positif terhadap perkembangan di lingkungan yang selalu dinamis.
demikianlah kata-kata dari saya, saya harap kalian bisa menjadi salah satu penggemar menulis karangan dan dapat mengeluarkan karangan kalian sendiri aku tunggu karangan... :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar